Perjalanan Musikal REDY EKO PRASTYO bersama LEO KRISTI

Oleh Abdul Malik

Twitter@kurakurabiru

 

MALANG mulai beranjak padat dan macet. Ini adalah kota dimana orang-orang sangat mencintai Arema Cronus, klub sepakbola kebanggaan arek Malang. Selain dikenal sebagai kota sepakbola, Malang juga dikenal sebagai kota barometer musik. Dan Redy Eko Prastyo, adalah salah satu musisi muda yang layak dicatat dalam sejarah musik di Malang yang kini telah berusia seabad.

Saya mengenal Redy beberapa tahun silam di WS (Warung Sari), sebuah warung yang terletak di dalam kampus IKIP Malang (kini Universitas Negeri Malang). Awalnya saya akrab dengan Pak Djoko Saryono, dosen sastra dan saya sering mencari Pak Djoko Saryono, baik untuk menyampaikan undangan acara sastra, maupun diskusi tentang buku-buku sastra terbaru. Di WS itulah Pak Djoko mengenalkan saya dengan Redy yang juga tercatat sebagai anggota Djoko Saryono Fans Club. Kami lebih cepat akrab satu sama lain dikarenakan kami sama-sama suka minum kopi. Begitulah kisah muasal saya mengenal Redy.

Sejak perkenalan tersebut, saya makin sering diskusi dengan Redy di WS, sekalian menunggu Pak Djoko Saryono selesai memberikan kuliah. Saya mulai diundang untuk menonton Arafuru, kelompok musik jazz dimana Redy menjadi pemain perkusi. Saat Redy bergiat di Malang Jazz Forum, saya rutin mendapat undangan menonton konser music jazz. My Place di Hotel Kartika Graha Malang menjadi venue My Sunday Jazz yang digelar Malang Jazz Forum. Berbagai musisi jazz bergantian hadir berpentas disana, antara lain Barry Likumahuwa Project, Andien, Tohpati Etnomission (11/4/2010). Redy juga mengajak saat musisi-musisi jazz kota Malang tampil, Farbig di Hotel Cakra dan Inggil Resto, Androgin di sebuah café di Jl.Jakarta, Ahot (bas), Dani Ugik (drum) di Jazz Corner Jl.Bogor Malang. Begitulah, kami makin akrab karena sama-sama menyukai jazz.

Kami ngopi di LegiPait di Jl.Pattimura, malam itu (Rabu, 14/5). Hawa segar seusai hujan mengguyur kota Malang. Café sesak, mungkin karena besok nya hari libur Waisak. Black coffee, mendol goreng dan pisang bakar rasa coklat menemani jagongan kami.

Saat ini saya sedang terlibat dengan Leo Kristi membuat album orchestra,” Redy membuka percakapan. “Ada 12 lagu yang nantinya akan diaransemen menjadi orchestra. Untuk vocal Berlian Hutahuruk, Tri Utami, dan paduan suara anak-anak. Balawan, Wukir Suryadi, dan saya menjadi musisi pendukung,” Redy membuka percakapan.

Hitam Putih Konser Rakyat Leo Kristi Orchestra Version adalah judul album yang sedang dikerjakan Leo Kristi bersama Singgih Sanjaya Orchestra di Auditorium Institut Seni Indonesia, Jogjakarta. Menurut Redy, Leo Kristi memilih sendiri 12 lagu yang akan masuk dalam album terbarunya. Dua belas lagu tersebut adalah: Gulagalugu Suara Nelayan (Nyanyian Tanah Merdeka,1977), Tembang Diahati (album Diapenta Anak Merdeka, 1991); O, Jakarta, Salam Dari Desa (album Nyanyian Tanah Merdeka, 1977), Mutiara Pertiwi (album Nyanyian Cinta, 1978), Biru Emas Bintang Tani (album Biru Emas Bintang Tani, 1985), Bulan Separuh Bayang (album Nyanyian Tambur Jalanan, 1980), Pohon Kemesraan (album Lintasan Hijau Hitam, 1984), Kereta Laju (album Nyanyian Tanah Merdeka, 1977), Tembang Lestari, Nusantara Bernyanyi, Get the place !

Masih menurut Redy, Leo Kristi juga lah yang memilih Berlian Hutahuruk dan Tri Utami, untuk membawakan lagu-lagunya. Awal mula rencana album Hitam Putih Konser Rakyat Leo Kristi Orchestra Version dari acara reriungan LKers (komunitas penggemar lagu-lagu Leo Kristi) di Pin Forest. Seusai pertemuan tersebut, ada beberapa LKers yang mencoba untuk mendiskusikan bahwa karya-karya Leo Kristi dikemas dengan pola yang lebih luas. Adapun yang berdiskusi diantaranya Andang Bachtiar, Siwo Supratowo, Ramdan Malik, Hendrawan Koesen. Salah satu peserta diskusi, Dr.Ir.Andang Bachtiar, MSc adalah Arema tulen, mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia, tim Terpadu Riset Mandiri Situs Megalitikum Gunung Padang, anggota Dewan Energi Nasional, Pecinta alam AMC Malang dan aktivis Lkers. Dari perbincangan yang hangat itu, kemudian Andang Bachtiar mencoba bertanya-tanya pada rekan-rekan LKers yang lain untuk mengetahui proses pembuatan album Warm, Fresh And Healthy. Siapa saja yang terlibat, serta bagaimana prosesnya. Muncullah nama Redy Eko Prastyo, yang berdomisili di Malang.Tim kecil dari pembuatan program album terbaru Leo Kristi, merekomendasi untuk menghubungi Redy, karena mempunyai kedekatan secara emosional dengan Leo Kristi, dimana dia paham akan proses serta karakter berinteraksi dengan Leo Kristi. Setelah itu berangkatlah Andang Bactiar pagi hari Sabtu jam 10.00 wib, 28 Maret 2014 menemui Redy untuk berdiskusi bagaimana jika Leo dibuatkan album tribute. Dari hasil diskusi itu, Andang Bactiar sepakat atas usulan Redy bahwa lagu-lagu Leo Kristi akan direkam dalam format orchestra, dengan mempercayakan Singgih Sanjaya sebagai arranger music.

Pada bulan Maret terjadilah proses produksi album Hitam Putih Konser Rakyat Leo Kristi Orchestra Version dengan digelar GR latihan pra record di Gedung Etnomusikologi Institut Seni Indonesia, Jogjakarta, 26 s.d 27 Maret 2014, dengan artis pendukung diantaranya Tri Utami, Berlian Hutahuruk, Balawan, Wukir Suryadi dan Redy Eko Prastyo.

Target rekaman album terbaru Leo Kristi versi orchestra adalah memperlebar segmen apresiator dari karya-karya Leo Kristi dengan spesifikasi dari generasi era 70-an hingga generasi anak muda hari ini.

Di LegiPait, Redy berbaik hati memperdengarkan beberapa lagu Leo Kristi hasil rekaman dengan vocal Tri Utami. Lagu-lagu Leo Kristi kini berkesan megah dengan musik orchestra. Pre Launching album Leo Kristi Hitam Putih Konser Rakyat Leo Kristi Orchestra Version akan diadakan di tiga kota: Malang, Jogkajarta, Jakarta. Di Malang akan digelar diskusi buku Tafsir Kenthir Laku dan Lagu Leo Kristi karya Prof.DR.Djoko Saryono, MPd (Universitas Negeri Malang).

“Leo Kristi pernah hadir di pernikahan saya. Itulah salah satu peristiwa yang membuat saya hormat dan terkesan dengan Leo Kristi,” kenang Redy. Seingat Redy, Leo Kristi datang dan pulang naik ojek ke Desa Joho Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun (12/12/2008). Pak Djoko Saryono hadir juga dan sempat jagongan dengan Leo Kristi. Terkesan dengan pertemuan tersebut, Pak Djoko Saryono menuliskannya di buku Tafsir Kenthir Laku dan Lagu Leo Kristi.

“Saat di Kalimantan, saya membonceng Leo Kristi naik sepeda motor Honda win plat merah milik Pemkot Tenggarong acara nonton final piala dunia ke Balikpapan. Perjalanan pulang dari Balikpapan ke Tenggarong di tengah perjalanan jam 11 malam sempat istirahat di hutan bukit Soeharto. Tidur di sepeda..” Redy berkisah tentang Leo Kristi. Momen-momen indah tersebut tak mampu dihapus dari memori kenangan Redy. “Kenangan itu menjadi lagu Isyatani.”.

Tahun-tahun berikutnya, Leo Kristi bersilaturahmi ke rumah Redy di Dusun Sumberjo RW 02 Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang tahun 2011. Leo Kristi juga hadir di Festival Kampung Cempluk yang digelar di sepanjang kampung Redy, September 2013.

Di album Leo Kristi bertajuk Warm, Fresh and Healthy (Desember 2010), Redy termasuk dalam musisi pendukung. Main perkusi, synthesizer, vocal background, main 10 lagu dari 12 judul di album tersebut. Redy absen di lagu Mana Bandung Gue.

Redy Eko Prastyo lahir dari pasangan Suparyono dan Sriani, 21 September 1979 di Besuki. Anak pertama dari tiga bersaudara. Darah seni mengalir dari sang ayah seorang pelatih karawitan. Menyelesaikan pendidikan SD Kalianget 1, SMP Besuki 1, SMA 2 Situbondo. Kuliah di Universitas Negeri Malang dan Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardana Malang.

Redy adalah anak muda yang memiliki aktivitas membuat website bagi kawan-kawan komunitas seni di Malang. Tercatat: museummusikindonesia.com, pelangisastramalang.org, kampungcempluk.com. Redy juga sangat progresif dalam mendorong kawan-kawan seniman di Malang untuk tumbuhnya berbagai peristiwa kebudayaan lintas seni dan tak lelah membuat network dengan seniman dan komunitas seni diluar Malang. Redy tekun dalam hal penyebaran info kegiatan seni budaya lewat media online. Adakah manfaat secara langsung? “Sangat berpengaruh karena ini jaman Generation C (Clicking Community base online, base smart, networker, fast, pintar mengelola story telling berbasis data),” kata Redy. Dia memberikan kiat-kiatnya bagi musisi Malang agar dapat terlibat dalam proyek musik dengan musisi Indonesia. “Lebih berpikiran terbuka dan selalu membaca apapun, bukan hanya ruang teknis musik serta kebutuhan eksistensi.”

Saat saya masih menjadi pengurus Departemen Informasi dan Komunikasi Dewan Kesenian Jawa Timur, saya sempat diskusi dengan Bapak Nasar Bathati. Di sekretariat Dewan Kesenian Jawa Timur saat masih di Wisata Menanggal Surabaya, Bang Nasar bertanya tentang musisi muda di Malang yang memiliki kualitas musikal bagus namun jarang diundang dalam forum seni di Jawa Timur. Sontak saya menyodorkan nama Redy Eko Prastyo. Setelah mempelajari curriculum vitae, wawancara lewat telepon dan mendengarkan karya-karya Redy, Bang Nasar sepakat mengundang Redy Eko Prastyo dalam forum “Surabaya Full Music” (SFM) ke-7, yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, 18-21 Oktober 2009. Dalam forum tersebut, Redy menampilkan karya musik etnik nya di Pusat Kebudayaan Prancis, Jalan Darmokali 10 Surabaya, (Rabu, 21/10/2009). Begitulah, rejeki datang dari arah yang tidak pernah kita duga. Salah satunya berkat buah silaturahmi.

Sebagian karya musik Redy Eko Prastyo terdokumentasi dalam album Artmoschestra ” Nagara Kretagama United “ (2012). Kini, Redy menjalani kehidupan seni nya dengan enjoy disokong sepenuhnya oleh keluarga, istri: Rini Nurhayati, Spd, (guru di TK Al Azhar Kids World, Malang) dan putra, Damar Putra Nagara (5 tahun). Hingga akhir Mei 2014, Redy berada di Jogjakarta menyelesaikan proses recording album Leo Kristi Hitam Putih Konser Rakyat Leo Kristi Orchestra Version.

“Banyak cerita-cerita menarik dimana Leo Kristi menceritakan tentang keluarga besarnya di daerah pesisir pantura dengan angin gending serta sawah-sawah hijau di daerah Olean dan Tenggir Situbondo. Juga pengakuan Leo Kristi bahwa KTP nya beralamat di Malang hingga sekarang,” Redy berkabar dari Jogjakarta. Kalau ke kota esok pagi sampaikan salam rinduku/
Katakan padanya tebu-tebu telah kembang/Putih-putih seluas padang/Roda lori berputar –putar siang malam/Tapi bukan kami punya/ (Salam Dari Desa)
(*)

 

CURICULUM VITAE

Nama : REDY EKO PRASTYO

Tempat/Tgl Lahir : Besuki 21 september 1979

Alamat : Jl dieng atas rt 4 rw 2 no 277 Sumberjo Kalisongo Dau,Kab. Malang

Email : etnicholic@gmail.com

Portal : www.lontarmediart.com

www.reverbnation.com/etnicholic

Pendidikan :

–          SDN Kalianget I Besuki tahun 1989

–          SMP I Besuki Tahun 1994

–          SMU 2 Situbondo 1997

–          IKIP MALANG / UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PERJALANAN AKTIVITAS KESENIAN :

–          Sebagai the best player dalam festival rock band se jawa bali tahun 1995 di Bondowoso

–          Mengikuti UKM musik OPUS 275 tahun 1998 diklat 0

–          Penggas dalam wadah seni dan budaya Islam di lembaga seni dan budaya mahasiswa Islam tahun 1999

–          Penggerak dalam sanggar klasik Situbondo thn 2000

–          Reset Independen pada musik tradisi di daerah Tenggarong Kaltim 2001

–          Eksplorasi pengenalan musik folklor di Sumbawa thn 2003

–          Pengisi acara dalam program dialog budaya di TVRI samarinda thn 2001

–          Sebagai Asisten dalam Konser Rakyat LEO KRISTI di pada acara ERAU di tenggarong Kaltim tahun 2001

–          Bergabung dengan komunitas djimbe di Bali tahun 2003

–          Bergabung dengan kelompok musik komedi Wong Lor di Situbondo tahun 2002

–          Sebagai music score dalam film indie bersama sanggar Klasik Situbondo dengan judul “ TERPURUK “ tahun 2001

–          Juri dalam Festival Band se Jawa Bali di kampus UNARS Situbondo 2004

–          Bergabung sebagai sesion player bersama group KRONCHONG CHAOS ISI Jogja dalam perform di Solo 2003

–          Membuat mini album religi RHAUSAN FIKR sebagai pencipta lagu dan arrangement bersama INSAN PARANADA VOICE thn 2001

–          Membuat musik ilustrasi dalam pementasan Monolog bersama kelompok kaki langit tahun 2003

–          Music Komposer dalam group musik lontar,dalam HUT Semen Gresik tahun 2004

–          Ikut dalam Rainbow Festival di jerman 5 Kota ( Sturgart,Marlburg,Berlin,Frangfrut,Tubingen ) Tahun 2005

–          Perform Music on the street di jerman Sturgart at Koniq Strse tahun 2005

–          Open workshop gamelan Musik untuk anak di Burger House Sturgart Jerman thn 2005

–          Mengisi acara Indonesian Abend di restoran Sturgart bersama kelompok Gamelan Sturgart Jerman tahun 2005

–          Live perform solo music di Rusian Cafe Freiburg Jerman tahun 2005

–          Membuat komposisi musik untuk hari anak nasional di DIKNAS Kota Malang tahun 2007

–          Membentuk group musik kontemporer ARTMOSCHESTRA untuk perform di Yogjakarta Gamelan Fest,Surabaya Full Music sebagai komposer tahun 2007

–          Sebagai Komposer pada group musik Kontemporer ARTMOSCHESTRA di festival seni Surabaya tahun 2009,2010

–          Membuat Ilustrasi Musik sekaligus penata musik dalam ujian S2 jurusan teater ISI jogja dalam Judul KALAMANUNGSA di ISI Jogja tahun 2009

–          Mengikuti program kolaborasi ORGANIC MIND bersama seniman dan musisi dari 7 kota di Indonesia serta 5 Negara di Museum Topeng UBUD tahun 2012

–          Sebagai Komposer musik pada group musik ARTMOSCHESTRA di ivent JAZZ BROMO HARMONY TENGGER tahun 2010

–          Kolaborasi bareng Koko Harsoe dalam acara memperingati Munir di Kota Batu tahun 2013

–          Membuat score music film dokumenter PETRA SALIRA Kine UMM thn 2012

–          Membuat score Music Untuk FILM fiksi JUMPRIT SINGIT thn 2013

–          Membuat musik untuk penggarapan Tari dalam Festival Tari GFT di Universitas Brawijaya mewakili fakultas pertanian tahun 2008 dan 2010

–          Membuat musik iringan tari dalam ujian S1 jurusan tari UM thn 2008

–          Membuat Musik Iringan Tari Untuk MALANG DANCE dalam ivent pelaksanaan hari kemerdekaan RI thn 2012

–          Membuat Album musik kontemporer NAGARA KRETAGAMA UNITED rilies tahun 2010

–          Membuat album SAKMUNINE rilies tahun 2008

–          Sound Disign pada web SITE moderen art di London smpai sekarang dipakai thn 2012

–          Membuat musik untuk Video ART Topeng Malangan dgn judul STYANING ING ROSO diputar dalam ivent BUNTER ABEND di STURGART DAN BERLIN Jerman tahun 2010

–          Co.Program pada Malang Jazz Forum pada ivent the colours of jazz,tahun 2009

–          Pengisi musik format digital etnik dengan etnicholic project pada pembukaan pameran tunggal Dias Prabu di Houten Hand Cafe tahun 2013

–          Music Ilustrator pada pertunjukan musik multimedia ” Metamorfosa ” di gedung KNPI Malang tahun 2013

–          pengisi musik solo perform pada pembukaan pameran sketsa di B Tree siman Ponorogo tahun 2013

–          creator program dalam Kampung Cempluk festival di sumderjo kalisongo,Dau kab.Malang mulai tahun 2010 sd sekarang tahun 2013

–          mitra creatif dalam program multikultural dengan Encompass Indonesia tahun 2011 sd sekarang

–          Team survey dalam pembuatan film animasi ,infokom project area ( Batam,Medan ) tahun 2012

–          Team juri dalam festival perkusi musik Hul Dahul bersama memet choirul slamet ISI jogja di Sampang Madura tahun 2010

–          Team Juri dalam festival band Kajoetangan 2 dan 3 tahun 2011 dan 2012 di Malang

–          Team Juri dalam festival musik perkusi se Jatim di universitas negeri Malang oleh HMJ Bahasa Inggris tahun 2011

–          Team juri music kreatif dalam encompass award tahun 2013

–          Kreator Program dalam Malang Semesta Bunyi dari tahun 2009 sd sekarang

–          pengisi workshop Eksplorasi Bunyi untuk Teater Pelajar se Kab.Situbondo tahun 2013

–          Team penggarapan musik Album Warm Fresh and Healty Leo Kristi dan pementasan lounching album di Taman Ismail Marzuki Jakarta tahun 2010

–          Music Composed pada perform Etnicholic Project feat Helga Sedli (Hongaria Violin) di Kampung Cempluk Festival tahun 2012

–          Indonesia Representative Malang-Berlin pada program Bunter Abend mulai tahun 2010 sd sekarang dengan PIC program Tom Muller

–          juri seleksi,LA LIGHT MOVIE 2013 untuk music score

–          membuat music design website www.monkeyusingbrainbleach.com london.UK thn 2012

–          creative program di MMI ( Museum Musik Indonesia ) sampai sekarang

–          Membuat Scorring Musik untuk Film pendek berjudul NASIB dengan sutradara Roes Nurdianto tahun 2013

–          Membuat regular program Kampung Cempluk Festival dari tahun 1 sd 4 tahun 2013 setiap September

–          Compossed music pada performance Tebo Aumbara di Slovania 2013

–          Compossed music pada performance Tebo Aumbara di pembukaan Pameran foto denpasar Bali tahun 2013

–          Performance dengan etnicholic project di barluna Ubud ,agustus 2013,bersama Giiles saisi ( france )

–          Performance music di Sungai Ayung Bali september 2013

–          Performance dengan Arrington De Dionyso dalam Malaikat dan Singa Indonesia Journey#2 ,Besuki Situbondo,Malang November 2013

–          Performance SIGI WORLD MUSIC FESTIVAL,Palu Sulawesi bersama Arrington de dionyso ( USA ) november 2013

 

No comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>