Leo Kristi tiba-tiba muncul dengan album kesembilan yang direkam di Bali, Diapenta Anak Merdeka. Berdua dengan seorang gadis remaja asal Surabaya, Cecilia, Leo bernyanyi dengan aransemen musik yang lebih ngepop, seperti Nafas Anak Merdeka dan Halte Remaja. Gitar elektrik bahkan melengking dalam Bra Bra Desember, sebuah lagu lama dari album Nyanyian Tanah Merdeka yang diaransemen rock. Biru Emas Bintang Tani juga bersalin rupa menjadi Nikah Lari Kertagosa, dengan beberapa baris puisi di awal dan akhir lagu. Seikar Mawar Eliza dari album Nyanyian Cinta pun di-repackage dengan riuh sound keyboard dan perkusi. Dua nyanyian cinta yang indah, Tembang Dia Hati dan Kata Hati Nikah, menghadirkan nuansa gamelan Bali, Melayu, serta Timor. Sebuah balada kematian, Bintang Pelangi, pun menyelusup apik selaksa requiem perpisahan.

Pada Album HITAM PUTIH ORCHE ini suara emas Cecilia Fransischa juga akan bisa didengarkan oleh para penggemar lagu-lagu konser rakyat Leo Kristi.

“Saya sangat bersemangat bisa terlibat dan mengisi di Album HPO ini, karena ini format Dahsyat selama saya ikut berproses dengan om le….dan saya sangat senang sekali….” ( begitu ucapan cecil disela -sela take vocal distudio Singgih Sanjaya di Jogja tgl 10 November 2014 )

No comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>